Fabinho Cedera, Liverpool dalam Bahaya

      No Comments on Fabinho Cedera, Liverpool dalam Bahaya

Liverpool gagal memastikan tempat di babak 16 besar Liga Champions pada minggu ke 5 di minggu ke 5 karena hasil imbang 1-1 melawan Naples. Tujuan merah, termasuk RB Salzburg dan Naples, akan ditentukan pada pertandingan final. Tim Juergen Klopp melakukan perjalanan ke markas Salzburg di pertandingan grup terakhir. Tetapi alih-alih berbicara tentang hasil imbang dan kesempatan untuk lolos ke timnya, Klopp memiliki kekhawatiran lain setelah pertandingan melawan Naples. Cedera Fabinho adalah hal yang paling mengkhawatirkan karena seperti kita tahu saat itu Fabinho tampak memakai lp support agar cederanya lekas pulih.

Klopp harus khawatir tentang cedera Fabinho. Gelandang asal Brasil ini telah meninggal di lini tengah Liverpool dalam dua musim terakhir. Musim ini ia absen dari Liga Premier hanya sekali, menempatkan Liverpool di puncak klasemen. Dari 12 pertandingan, 11 di antaranya dimainkan Fabinho dari menit pertama. Pentingnya Fabinho untuk lini tengah Liverpool telah membuat Klopp kesulitan menemukan momen yang tepat untuk membiarkannya beristirahat. Dia tahu dia tidak bisa memaksa mantan gelandang AS Monaco itu di setiap pertandingan. Tapi dia juga tahu bahwa tidak ada pemain Liverpool lain yang bisa bermain seperti Fabinho. Akhirnya Klopp memilih pertandingan melawan Aston Villa sebagai pertandingan pertama Liverpool tanpa Fabinho.

Pertarungan melawan Genk adalah contoh yang baik mengenai begitu hebatnya Fabi. Fabi sudah melakukan banyak hal untuk memberi ruang dalam situasi yang berbeda. Tugas pemain No 6 modern sebenarnya sangat penting, menjadi semakin penting ketika ada lebih banyak menyerang pemain di sekelilingnya, tetapi dia juga, Ini bukan hanya perubahan kamar, atau duel atau apa pun, dia sebenarnya adalah pemain sepakbola yang hebat,” kata Klopp akhir Oktober tahun lalu, seorang pemain Liverpool dengan upaya paling jitu, yaitu 51 kali Jordan Henderson, dengan hanya 36 kali jumlah pertandingan yang sama (12), sementara Georginio Wijnaldum hanya menangani 22 kali dengan jumlah pertandingan yang lebih besar (13), menghentikan serangan lawan membuat pemain berusia 26 tahun ini sangat penting.

Itu berarti bahwa Fabinho, ketika mengendalikan bola atau tanpa mengendalikan bola, adalah seorang gelandang yang memainkan peran paling penting. Untuk menyerang atau bertahan, dia sama sibuknya. Bola akan selalu dekat dengannya. Siapa yang tahu berapa lama Fabinho akan kehilangan cedera yang diterimanya setelah duel dengan Hirving Lozano. Tentu saja, terluka atau tidak, ia tentu saja absen, karena Liverpool akan menghadapi Brighton & Hove Albion pada Sabtu (30/11) karena kartu hopping. Melawan Brighton jelas merupakan pelajaran bagi Liverpool jika mereka bermain tanpa Fabinho.

Ketika Liverpool muncul di pekan ke-11 tanpa Fabinho dalam pertandingan melawan Aston Villa, Liverpool sangat sulit. Villa unggul terlebih dahulu. Bahkan, Liverpool masih menang dengan skor 2-1. Namun kedua gol Liverpool dicetak pada menit ke-87 dan 90 + 3. Melawan Brighton, jika Klopp masih saja belum memberikan formula yang tepat tanpa Fabinho, Liverpool bisa kesulitan untuk menang lagi. Tidak adanya Fabinho adalah tanda bahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *