Indonesia Raih 4 Gelar Juara dalam Total BWF Para

      No Comments on Indonesia Raih 4 Gelar Juara dalam Total BWF Para


Pada waktu yang hampir bersamaan dengan turnamen Total Kejuaraan Dunia BWF 2019, Indonesia juga berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Para-Badminton BWF Total BAF 2019 dari 20 hingga 25 Agustus 2019 karena lokasi yang sama dengan penerapan Total BWF Kejuaraan Dunia 2019, yaitu St. Jacobshalle Basel, Swiss. Dalam turnamen tersebut, Indonesia kembali menunjukkan reputasinya di arena bulutangkis dunia. Ini ditunjukkan oleh kesuksesannya dalam memenangkan empat gelar, dua tempat kedua dan empat semifinalis. Empat gelar dimenangkan oleh Dheva Anrimusthi di sektor tunggal putra di kategori SU 5, Leani Ratri Oktila di sektor tunggal putri di kategori SL 4, pasangan Dheva Anrimusthi / Hafizh Briliansyah Prawiranegara di sektor ganda putra dalam kategori SU 5, dan pasangan Hary Susanto / Leani Ratri Oktila di sektor campuran pria berpasangan ganda kategori XL 3-SU 5.

Dua balapan berikut dimenangkan oleh Suryo Nugroho di sektor tunggal putra dalam kategori SU 5 dan pasangan Leani Ratri Oktila / Khalimatus Sadiyah Sukohandoko di sektor ganda wanita dalam kategori SL 3-SU. 3, Fredy Setiawan dalam kategori SL 4 untuk lajang putra, Khalimatus Sadiyah Sukohandoko di kategori perempuan, lajang, SL 4, dan pasangan Ukun Rukaendi / Hary Susanto dalam kategori putra, ganda, SL3-4. Ganda putra senior Indonesia, Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan, memenangkan Piala Dunia Bulu Tangkis 2019, yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss. Di final, yang berlangsung pada Minggu (25-25 / 2019), pasangan berjuluk The Daddies itu mengalahkan perwakilan Jepang Takuro Hoki / Yugo Kobayashi.

Unggulan keempat menang 25-23, 9-21, 21-15 berkat kompetisi 1 jam 3 menit. Ini adalah kemenangan kedua Ahsan / Hendra atas lawannya, yang merupakan unggulan ke-12. Ahsan / Hendra sebelumnya juga memenangkan Hoki / Kobayashi selama pertemuan Indonesia Terbuka pertama mereka awal bulan lalu. Selain itu, hasil final Ahsan / Hendra di Basel memenangkan WC untuk ketiga kalinya. Dalam dua edisi sebelumnya, Ahsan / Hendra menang pada 2013 dan 2015. Bahkan untuk Hendra, ini adalah keempat kalinya ia memenangkan podium. Hendra pertama kali menjadi juara di acara ini pada 2007, ketika ia dipasangkan dengan Markis Kido. Itu berarti bahwa Hendra adalah salah satu ganda putra paling sukses di Piala Dunia Bulu Tangkis. Dia mirip dengan pasangan China, Cai Yun / Fu Haifeng, yang memenangkan acara empat kali (2006, 2009, 2010, 2011).

Ahsan / Hendra, yang memenangkan beberapa gelar tahun ini, termasuk All England Open, meninggalkan lebih banyak pada awal kompetisi pertama. Meski demikian, mantan pasangan nomor dua Hoki / Kobayashi terus mengikuti. Ahsan / Hendra bahkan memiliki peluang untuk memimpin 7-5 sebelum ia kembali disusul oleh lawan untuk mencetak skor 11-8 selama istirahat. Kemudian Ahsan / Hendra mengejar lagi dan membawa skor menjadi 13-13, sebelum Hoki / Kobayashi mundur 16-13. Ahsan / Hendra kembali ke ibukota dengan pengalaman dan ketenangan, jadi ada jalan pintas. Hoki / Kobayashi pertama memenangkan poin pertandingan dengan 20-19, tetapi Ahsan / Hendra berhasil mengejar ketinggalan dan memaksa pengaturan sebelum menang 25-23.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *