Persaingan MVP pada NBA

      No Comments on Persaingan MVP pada NBA


Musim lalu Stephen Curry menjadi MVP (Most Valuable Player). Selain MVP, Curry juga membawa timnya ke gelar NBA tahun lalu. Persaingannya dengan James Harden dan Russell Westbrook menarik perhatian semua penggemar NBA. Musim ini, persaingan akan semakin sengit dengan munculnya bintang-bintang baru, ditambah dengan kembalinya berbagai pemain bintang yang cedera musim lalu. Menyaksikan pemula NBA musim ini, beberapa pemain terlihat menjanjikan untuk karir yang baik di masa depan. Salah satunya adalah Karl Anthony Towns dari Minnesota Timberwolves, yang dianggap keterampilan di atas rata-rata pemula lainnya. Menurut penulis, dengan kehadiran Towns, Minnesota tidak akan lagi dipandang sebelah mata oleh klub lain di NBA.

Kita juga seharusnya tidak melupakan kembalinya pemain bintang seperti Kevin Durant, Paul George dan Kobe Bryant, yang akan meningkatkan semangat kompetisi untuk gelar MVP. Seorang MVP tidak hanya harus memiliki keterampilan individu, tetapi juga kerja tim. Seperti Stephen Curry, yang tidak hanya sangat andal dalam tembakan tiga poin (tiga poin), tetapi juga pandai membantu dan mencuri, yang benar-benar membantu timnya meraih gelar. Melihat data yang tersedia, Curry sebenarnya tidak bermain terus menerus di setiap putaran pertandingan. Curry bermain aktif dan menghasilkan banyak poin di putaran awal permainan, setelah itu ia menawarkan peluang untuk pemain cadangan untuk berkembang dengan mengganti posisinya. Dia juga melakukannya untuk menghemat energinya sehingga dia bisa bermain lagi di akhir pertandingan dengan konsistensi yang sama seperti di babak penyisihan.

Mendapatkan gelar MVP adalah impian setiap pemain NBA. Jika Anda ingin menjadi seorang MVP, konsistensi dalam poin, assist, dan rebound harus dipertahankan. Setiap pemain harus menyajikan yang terbaik di setiap pertandingan. Bisakah Stephen Curry mempertahankan gelarnya? Apakah kita melihat MVP baru? Atau akankah Lebron James menerima gelar MVP kelimanya? Semua ini akan dijawab musim depan di NBA. Pemain Golden Curve Stephen Curry menulis sejarah ketika dia terpilih sebagai Pemain Paling Berharga (MVP) 2015-16 NBA. Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah NBA yang memenangkan gelar dengan suara absolut.

Seperti dilansir New York Times, Curry memenangkan 131 suara. Ini berarti bahwa semua anggota juri memberikan suara untuk pemain berusia 28 tahun itu. Ini tidak pernah terjadi ketika menentukan pemain NBA MVP. Pada tahun 2000, Shaquille O’Neil hampir melakukannya. Sayangnya, salah satu panel, Fred Hickman memberikan suaranya kepada Allen Iverson. Pada 2013, LeBron James juga hampir memecahkan rekor itu. Tetapi suara jurnalis Boston Globe, Gary Washburn untuk Carmelo Anthony, menghalangi James, yang kemudian membela Miami Heat dan menulis sejarah. Sementara itu, Curry mencapai 1.310 poin dengan 131 suara. Dia unggul 676 poin dari pemain San Antonio Spurs Kahwi Leonard, yang berada di urutan kedua. James di tempat ketiga, mendapatkan 631 poin.

Ini adalah gelar MVP kedua yang dimenangkan Curry berturut-turut. Musim lalu, poin Warriors juga bisa menjadi yang terbaik dengan skor 1,198 poin. Dia mengalahkan pemain Houston Rockets James Harden. Fakta ini menjadikan Curry pemain ke-11 yang berhasil mempertahankan gelar MVP. Sebelumnya, James melakukan hal yang sama dengan seragam Heat di musim 2011-12 dan 2012-13.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *